Model OSI Layer

0 komentar

Minggu, 29 Agustus 2010

Model referensi jaringan terbuka OSI atau OSI Reference Model for open networking adalah sebuah model arsitektural jaringan yang dikembangkan oleh badan International Organization for Standardization (ISO) di Eropa pada tahun 1977. OSI sendiri merupakan singkatan dari Open System Interconnection. Model ini disebut juga dengan model "Model tujuh lapis OSI" (OSI seven layer model).
Sebelum munculnya model referensi OSI, sistem jaringan komputer sangat tergantung kepada pemasok (vendor). OSI berupaya membentuk standar umum jaringan komputer untuk menunjang interoperatibilitas antar pemasok yang berbeda. Dalam suatu jaringan yang besar biasanya terdapat banyak protokol jaringan yang berbeda. Tidak adanya suatu protokol yang sama, membuat banyak perangkat tidak bisa saling berkomunikasi.
Model referensi ini pada awalnya ditujukan sebagai basis untuk mengembangkan protokol-protokol jaringan, meski pada kenyataannya inisatif ini mengalami kegagalan. Kegagalan itu disebabkan oleh beberapa faktor berikut:
  • Standar model referensi ini, jika dibandingkan dengan model referensi DARPA (Model Internet) yang dikembangkan oleh Internet Engineering Task Force (IETF), sangat berdekatan. Model DARPA adalah model basis protokol TCP/IP yang populer digunakan.
  • Model referensi ini dianggap sangat kompleks. Beberapa fungsi (seperti halnya metode komunikasi connectionless) dianggap kurang bagus, sementara fungsi lainnya (seperti flow control dan koreksi kesalahan) diulang-ulang pada beberapa lapisan.
  • Pertumbuhan Internet dan protokol TCP/IP (sebuah protokol jaringan dunia nyata) membuat OSI Reference Model menjadi kurang diminati.
Pemerintah Amerika Serikat mencoba untuk mendukung protokol OSI Reference Model dalam solusi jaringan pemerintah pada tahun 1980-an, dengan mengimplementasikan beberapa standar yang disebut dengan Government Open Systems Interconnection Profile (GOSIP). Meski demikian. usaha ini akhirnya ditinggalkan pada tahun 1995, dan implementasi jaringan yang menggunakan OSI Reference model jarang dijumpai di luar Eropa.
OSI Reference Model pun akhirnya dilihat sebagai sebuah model ideal dari koneksi logis yang harus terjadi agar komunikasi data dalam jaringan dapat berlangsung. Beberapa protokol yang digunakan dalam dunia nyata, semacam TCP/IP, DECnet dan IBM Systems Network Architecture (SNA) memetakan tumpukan protokol (protocol stack) mereka ke OSI Reference Model. OSI Reference Model pun digunakan sebagai titik awal untuk mempelajari bagaimana beberapa protokol jaringan di dalam sebuah kumpulan protokol dapat berfungsi dan berinteraksi.

OSI Reference Model memiliki tujuh lapis, yakni sebagai berikut :
7 Application layer Berfungsi sebagai antarmuka dengan aplikasi dengan fungsionalitas jaringan, mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan, dan kemudian membuat pesan-pesan kesalahan. Protokol yang berada dalam lapisan ini adalah HTTP, FTP, SMTP, dan NFS.       
6 Presentation layer Berfungsi untuk mentranslasikan data yang hendak ditransmisikan oleh aplikasi ke dalam format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan. Protokol yang berada dalam level ini adalah perangkat lunak redirektor (redirector software), seperti layanan Workstation (dalam Windows NT) dan juga Network shell (semacam Virtual Network Computing (VNC) atau Remote Desktop Protocol (RDP)).
5 Session layer Berfungsi untuk mendefinisikan bagaimana koneksi dapat dibuat, dipelihara, atau dihancurkan. Selain itu, di level ini juga dilakukan resolusi nama.
4 Transport layer Berfungsi untuk memecah data ke dalam paket-paket data serta memberikan nomor urut ke paket-paket tersebut sehingga dapat disusun kembali pada sisi tujuan setelah diterima. Selain itu, pada level ini juga membuat sebuah tanda bahwa paket diterima dengan sukses (acknowledgement), dan mentransmisikan ulang terhadp paket-paket yang hilang di tengah jalan.
3 Network layer Berfungsi untuk mendefinisikan alamat-alamat IP, membuat header untuk paket-paket, dan kemudian melakukan routing melalui internetworking dengan menggunakan router dan switch layer-3.
2 Data-link layer Befungsi untuk menentukan bagaimana bit-bit data dikelompokkan menjadi format yang disebut sebagai frame. Selain itu, pada level ini terjadi koreksi kesalahan, flow control, pengalamatan perangkat keras (seperti halnya Media Access Control Address (MAC Address)), dan menetukan bagaimana perangkat-perangkat jaringan seperti hub, bridge, repeater, dan switch layer 2 beroperasi. Spesifikasi IEEE 802, membagi level ini menjadi dua level anak, yaitu lapisan Logical Link Control (LLC) dan lapisan Media Access Control (MAC).
1 Physical layer Berfungsi untuk mendefinisikan media transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan (seperti halnya Ethernet atau Token Ring), topologi jaringan dan pengabelan. Selain itu, level ini juga mendefinisikan bagaimana Network Interface Card (NIC) dapat berinteraksi dengan media kabel atau radio.

Langkah-Langkah Membuat IP Address

0 komentar

Jumat, 27 Agustus 2010

Langkah-Langkah Membuat IP Address ::

1. Klik Start > Klik Setting > Klik Network connections. maka jendela network connection akan muncul.

2. Klik kanan pada icon local area c onnection > klik properties.

3. Maka, akan muncul jendela local area connection properties > klik dua kali Internet protocol (TCP/IP).

4. Kemudian jendela internet protocol (TCP/IP) properties muncul. Anda harus memilih opsi Use the following IP address dan mengisikan IP address, misal IP address : 192.168.0.1. sebaliknya, Subnet Mask akan terisi secara otomatis dengan meletakkan kursor ke bagian subnet mask yang kosong. Kemudian pilih use the following DNS server address dan isikan preferred DNS server, contoh prefferedd DNS server : 192.168.0.1

5. Klik OK, maka anda keluar dari jendela area connection

MENGUBAH IP ADDRESS SERVER

Untuk mengubah IP address, langkah-langkahnya sama dengan membuat IP address server. Kita dapat mengubah, menambah, atau menghilangkan IP address server di bagian Properties LAN

IP Address , DHCP , DNS

1 komentar
Alamat IP (Internet Protocol Address atau sering disingkat IP) adalah deretan angka biner antar 32-bit sampai 128-bit yang dipakai sebagai alamat identifikasi untuk tiap komputer host dalam jaringan Internet. Panjang dari angka ini adalah 32-bit (untuk IPv4 atau IP versi 4), dan 128-bit (untuk IPv6 atau IP versi 6) yang menunjukkan alamat dari komputer tersebut pada jaringan Internet berbasis TCP/IP.
Sistem pengalamatan IP ini terbagi menjadi dua, yakni:


Dynamic Host Configuration Protocol (DCHP) adalah protokol yang berbasis arsitektur client/server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat IP dalam satu jaringan. Sebuah jaringan lokal yang tidak menggunakan DHCP harus memberikan alamat IP kepada semua komputer secara manual. Jika DHCP dipasang di jaringan lokal, maka semua komputer yang tersambung di jaringan akan mendapatkan alamat IP secara otomatis dari server DHCP. Selain alamat IP, banyak parameter jaringan yang dapat diberikan oleh DHCP, seperti default gateway dan DNS server.
DHCP didefinisikan dalam RFC 2131 dan RFC 2132 yang dipublikasikan oleh Internet Engineering Task Force. DHCP merupakan ekstensi dari protokol Bootstrap Protocol (BOOTP).

DNS (Domain Name SystemSistem Penamaan Domain) adalah sebuah sistem yang menyimpan informasi tentang nama host maupun nama domain dalam bentuk basis data tersebar (distributed database) di dalam jaringan komputer, misalkan: Internet. DNS menyediakan alamat IP untuk setiap nama host dan mendata setiap server transmisi surat (mail exchange server) yang menerima surat elektronik (email) untuk setiap domain.
DNS menyediakan servis yang cukup penting untuk Internet, bilamana perangkat keras komputer dan jaringan bekerja dengan alamat IP untuk mengerjakan tugas seperti pengalamatan dan penjaluran (routing), manusia pada umumnya lebih memilih untuk menggunakan nama host dan nama domain, contohnya adalah penunjukan sumber universal (URL) dan alamat e-mail. DNS menghubungkan kebutuhan ini.

Perbedaan Sistem Operasi Jaringan dengan Stand Alone

7 komentar
Sistem operasi jaringan (network operating system) adalah sebuah jenis sistem operasi yang ditujukan untuk menangani jaringan. Umumnya, sistem operasi ini terdiri atas banyak layanan atau service yang ditujukan untuk melayani pengguna, seperti layanan berbagi berkas, layanan berbagi alat pencetak (printer), DNS Service, HTTP Service, dan lain sebagainya. Istilah ini populer pada akhir dekade 1980-an hingga awal dekade 1990-an.
Beberapa sistem operasi jaringan yang umum dijumpai adalah sebagai berikut:

Sedangkan,,
Stand alone itu adalah sebuah komputer yang berdiri sendiri atau tidak terhubung suatu jaringan.

Langkah-langkah membuat "User Account"

0 komentar
User Account Windows membantu kita dalam mengatur accessibilitas, privacy, dan keamanan data. Mungkin anda hanya memakai sendiri komputer anda, dan tidak ingin mengaktifkan user account di komputer anda, karena merasa kurang praktis jika pada saat login harus mengetik password atau memilih user account yang akan digunakan, tetapi berikut ini perlu anda pertimbangkan keuntungan jika mengaktifkan user account.

Kelemahan:
1. Pada saat masuk (log in) windows perlu mengetik password dan memilih account yg akan digunakan
2. Waktu loading jadi agak lama karena harus verifikasi user account dulu, baru bisa masuk ke windows

Keuntungan:
1. Jika ada teman anda login sebagai user dia tidak dapat mengutak-atik file system windows anda, dan tidak dapat menginstal program
2. File dokumen anda di lokasi my document (administrator) tidak dapat dilihat oleh teman anda
3. Beberapa efek negatif dari virus dapat diminimalisir, karena sebagian celah keamanan dan service windows yang berhubungan dengan system windows dinonaktifkan.(virus lebih mudah menyerang jika kita login sebagai admin daripada login sebagai user)


Berikut Langkah-langkah untuk membuat "user account" :
1. Pada start menu pilih Settings => Control Panel
Pada kotak dialog Control Panel pilih User Accounts



2. Pada kotak dialog User Accounts, plilih create a new account

3. Ketik nama account baru anda, contoh: anggazious
Klik tombol Next


4. Pilih account type
a. Computer administrator : Mempunyai hak penuh pada system windows
b. Limited : mempunyai hak terbatas


5. Klik tombol Create Account, maka accont baru sudah dibuat oleh windows

6. Untuk memberi password ke account tersebut, mulai lagi dari star menu (langkah 1 dan 2). kemudian klik account anggazious

7. Pilih create a password

8. Ketik password yang anda inginkan

9. Untuk menghapus password, lakukan langkah 6
Pilih remove the password,


10. Klik tombol remove password,maka password akan dihapus.




Client

0 komentar
Client adalah aplikasi atau sistem yang mengakses layanan remote pada sistem tim lain, yang dikenal sebagai server melalui jaring. Istilah ini pertama kali diaplikasikan ke perangkat yang tidak mampu menjalankan program independen mereka sendiri, tetapi mereka dapat berinteraksi dengan komputer jarak jauh melalui jaringan. Terminal ini bodoh menjadi kliennya berbagi waktu komputer mainframe. Model client-server masih digunakan sampai sekarang. Klien dan menjalankan server pada mesin yang sama dan hubungkan menggunakan soket domain Unix. Menggunakan Internet Sockets pengguna dapat terhubung ke layanan yang berjalan pada remote mungkin menggunakan protokol Internet. Konfigurasi server dan klien mendengarkan soket memulai koneksi ke server dapat menerima. Web browser klien yang terhubung ke web server dan mengambil halaman web untuk tampilan. Kebanyakan orang menggunakan e-mail client untuk mengambil email dari server penyimpanan mail penyedia layanan internet Anda. Chat online menggunakan beragam pelanggan yang dapat bervariasi tergantung pada obrolan

Server

0 komentar
Server adalah sebuah sistem komputer yang menyediakan jenis layanan tertentu dalam sebuah jaringan komputer. Server didukung dengan prosesor yang bersifat scalable dan RAM yang besar, juga dilengkapi dengan sistem operasi khusus, yang disebut sebagai sistem operasi jaringan atau network operating system. Server juga menjalankan perangkat lunak administratif yang mengontrol akses terhadap jaringan dan sumber daya yang terdapat di dalamnya, seperti halnya berkas atau alat pencetak (printer), dan memberikan akses kepada workstation anggota jaringan.
Umumnya, di dalam sistem operasi server terdapat berbagai macam service yang menggunakan arsitektur klien/server. Contoh dari service ini adalah DHCP Server, Mail Server, HTTP Server, FTP Server, DNS Server dan lain sebagainya. Setiap sistem operasi server umumnya membundel layanan-layanan tersebut atau layanan tersebut juga dapat diperoleh dari pihak ketiga. Setiap layanan tersebut akan merespons terhadap request dari klien. Sebagai contoh, klien DHCP akan memberikan request kepada server yang menjalankan service DHCP server; ketika sebuah klien membutuhkan alamat IP, klien akan memberikan perintah/request kepada server, dengan bahasa yang dipahami oleh server DHCP, yakni protokol DHCP itu sendiri.
Contoh sistem operasi server adalah Windows NT 3.51, dan dilanjutkan dengan Windows NT 4.0. Saat ini sistem yang cukup populer adalah Windows 2000 Server dan Windows Server 2003, kemudian Sun Solaris, Unix, dan GNU/Linux.
Server biasanya terhubung dengan client dengan kabel UTP dan sebuah Network Card. Kartu jaringan ini biasanya berupa kartu PCI atau ISA.
Dilihat dari fungsinya, server bisa di kategorikan dalam beberapa jenis, seperti: server aplikasi (application server), server data (data server) maupun server proxy (proxy server). Server aplikasi adalah server yang digunakan untuk menyimpan berbagai macam aplikasi yang dapat diakses oleh client, server data sendiri digunakan untuk menyimpan data baik yang digunakan client secara langsung maupun data yang diproses oleh server aplikasi. Server proxy berfungsi untuk mengatur lalu lintas di jaringan melalui pengaturan proxy. Orang awam lebih mengenal proxy server untuk mengkoneksikan komputer client ke Internet.

Kegunaan server sangat banyak, misalnya untuk situs internet, ilmu pengetahuan, atau sekedar penyimpanan data.